Udah lama juga ga nulis sesuatu di blog ini. Bukan aja karena sibuk, tapi emang akhir-akhir ini agak males nulis sesuatu. Nah, sekarang mumpung lagi ada ide, aku nulis nih...
Cerita kali ini datang dari dunia fauna. Pernahkah dulu kalian melihat binatang-binatang yang unik dan sekarang, setelah kalian besar dan sudah bisa memakai kamera, kalian tak bisa memotretnya lagi? Bahkan melihat saja tidak pernah lagi! Entah kenapa, pikiranku tiba-tiba melayang ke saat-saat aku masih kecil dulu. Waktu aku masih kecil dan tinggal di daerah kaki gunung (jieeee...), aku sering melihat binatang-binatang yang unik-unik. Waktu itu, aku masih SD. Setelah menginjak SMP, aku sudah jarang melihat lagi atau bisa dikatakan hampir susah untuk melihatnya lagi. Aku malah sekarang berpikir, apa mereka sudah punah? Rasanya sayang sekali jika mereka harus menghilang apalagi kalau tanpa jejak. Oleh sebab itu, sekarang aku mau menulis tentang mereka, biar semua orang yang punya kesempatan melihat, akan menjaga mereka :D
1. Kupu-kupu Raksasa
Pernah liat kupu-kupu besar? Hmmm bentangan sayapnya kira-kira 25 cm. Di alam liar dan masih hidup looh... Aku cukup beruntung bisa melihatnya dulu. Sekarang tidak pernah lagi. Semoga aja mereka belum punah dan masih ada di taman kupu-kupu.
Mamaku bilang namanya Si Rama Rama. Warnanya coklat, biasanya nemplok di pojokan pintu toko. Karena waktu itu aku masih kecil, takut juga kalau mau lihat dari deket. Takut tiba2 dia terbang dan nemplok di muka :p
Biasanya dia cuman diem di pintu toko, setelah itu, keesokan harinya hilang entah kemana. Entah terbang, entah digondol tokek.
2. Ayam Raksasa
Ayam ini sepertinya bukan mahluk liar. Aku memang melihatnya dihalaman tentanggaku. Terkurung dengan besar 3 kali besarnya ayam jago. Mamaku bilang itu ayam Bangkok. Mungkin maksudnya ayam raksasa (entah kenapa nama 'Bangkok' kesannya 'gedeee banget'). Warnanya putih dan jarang bersuara. Setelah beberapa hari, ga ketauan lagi rimbanya itu ayam. Mungkin udah dijadiin sate buat orang sekampung hehehe...
3. Capung
Orang bilang, capung adalah binatang yang sensitif sama yang namanya polusi udara. Udara yang terkena polusi dikiiit aja, mereka akan pergi menjauh. Dulu itu didepan toko orangtuaku, kalau sore sekitar jam 4, banyak capung berterbangan. Warnanya mulai dari yang hijau sampai oranye, mondar-mandir seperti pesawat tempur. Saking banyaknya, mereka sering ditangkap untuk dijadikan mainan. Misalnya, ekornya dikasih tali atau ada yang iseng mencabut sayapnya (kejam +_+). Banyaknya penyiksaan, tak menyurutkan niat capung-capung itu untuk menikmati sore yang damai. Sekarang? tak seekor pun kulihat lagi...
4. Kepiting Kecil
Saat paling menyenangkan waktu kecil adalah hari Minggu. Setelah pulang dari gereja, aku dan adik-kakakku berjalan menuju rumah. Dipinggir jalan ada selokan, disana banyak sekali kepiting kecil. Orang daerahku menyebutnya "keuyeup". Di selokan didepan rumah tetanggaku juga banyak. Akibatnya, kami sering bermain menangkap si keuyeup kemudian menjadikannya mainan. Kadang disuruh menarik kotak korek api, kadang diajak bermain masak-masakan dimana si keuyeup jadi hidangannya setelah ia gagal melewati api unggun kecil dengan selamat +_+
5. Walang Sangit
Ini dia yang paling aku benci kalau musim hujan mulai datang. Di daerahku disebut Lembing. Serangga kecil sepanjang 2 cm yang suka mengeluarkan bau tak sedap yang sanggup mengisi 2 ruangan! Biasanya mereka mengeluarkan bau gak enak itu kalau mereka mati. Tapi karena kesel, kalau melihat dia tetep aja dibunuh, 1 menit kemudian mayatnya diprotes karena mengeluarkan bau :D Kasian si Lembing...
6. Kunang-Kunang
Nah ini dia yang hampir semua orang tau. Siapa sih ga kenal ama mahluk yang bisa nyala ini? Buat dapetinnya, dulu kita harus pergi ke sawah malem-malem. Tangkep beberapa, masukin ke dalam plastik. Sampe dirumah, buat kotak semacem lampion, buat tinggal si kunang-kunang. Kunang-kunang siap menerangi malam indahmu hehehehe....
Mahluk indah ini, katanya sih jorok, sering nemploknya di kotoran kebo. Cahaya yang keluar, berasal dari daerah belakangnya. Akhir-akhir ini makin susah buat nyari mahluk ini. Mungkin karena mereka udah gulung tikar ga sanggup bersaing sama PLN yang sudah masuk desa :D atau bisa juga karena pesawahan dah mulai jarang yang punya.
Wah, andai sekarang mereka masih ada, pastinya sudah kuabadikan dalam kameraku :D
Saturday, January 30, 2010
Kemana Mereka Sekarang?
Posted by Carnel at 2:22 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment