Hari Sabtu yang lalu, capek habis ikutan acara peresmian kantor baru, jadinya males pergi2 keluar. Sore-sore perut laper juga. Karena ga tau mau makan apaan, akhirnya pas lagi main2 di kamer temen, ide bikin nasi gila keluar juga. Resep panduan sudah tersedia, peralatan masak pinjem ke temen (thanks ya Loreng... ^^), bahan juga sebagian minta hehehe (thanks lagi ya Reng... ^^). Inilah ramuannya:
Bahan-bahan:
1 siung bawang putih dicincang
Bawang bombay secukupnya
1 buah sosis sapi dipotong tipis2
2 butir bakso ayam dipotong tipis2
1 butir telur
Saus tiram secukupnya
Kecap manis secukupnya
Saus sambal secukupnya
Garam, gula dan merica secukupnya
Minyak wijen secukupnya
Air putih secukupnya
Minyak secukupnya juga
Cara membuat:
- Kocok telur kemudian dimasak orak-arik hingga berbutir-butir. Setelah itu angkat dan sisihkan.
- Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai wangi
- Masukkan sosis, bakso, kecap manis, saus tiram dan saus sambal. Aduk-aduk sampai rata
- Masukkan air secukupnya, garam, gula serta merica. Masak sampai kuah agak mengental
- Masukkan telur dan minyak wijen
- Masak sampai matang dan air jadi kental dan agak sedikit
Setelah jadi, beli deh nasi dan siramkan masakan tadi diatas nasi. Makan selagi panas, hmmm....lezaaaat....(sayang lupa ambil fotonya)
Oya, bisa dimakan untuk 2 orang ^^
Wednesday, April 22, 2009
Nasi Gila
Posted by Carnel at 11:01 PM 0 comments
Labels: PKK
Monday, April 13, 2009
Monday, April 6, 2009
Minggu Palma
Kemarin adalah hari Minggu Palma. Minggu Palma dalam Gereja Katolik di rayakan untuk memperingati Yesus yang memasuki kota Yerusalem untuk menyerahkan diri-Nya sebagai korban Paskah. Aku mengikuti misa bahasa Inggris di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Kuta, dengan membawa daun Palma yang telah disediakan gereja. Ketika misa dimulai, suasana yang ada membawaku merasakan kembali kejadian sekitar 2000 tahun yang lalu. Alunan lagu "The King of Glory" yang dibawakan oleh tim Kharismatik dengan iringan rebana semakin menghanyutkan suasana.
Adalah sekitar 2000 tahun yang lalu, Yesus menyadari bahwa waktunya sudah tiba. Saat Ia harus menyerahkan nyawa-Nya sebagai korban penebus dosa. Ia dengan rela memasuki kota Yerusalem dengan menaiki seekor keledai. Bagai Raja, Ia disambut. Para penduduk Yerusalem yang mengira Ia akan membebaskan Israel dari penjajahan Roma mengelu-elukannya, menyambut Dia dengan melambaikan Daun Palma dan berkata "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel". Kejadian ini sungguh ironis ketika beberapa hari kemudian, mereka akan mengganti teriakan mereka dengan "Salibkan Dia! Salibkan Dia!".
Kejadian ini sering terjadi dalam hidup kita juga. Ketika kita menginginkan sesuatu, seringkali kita memohon kepada-Nya dengan sepenuh hati. Tak lupa kita memuliakan dan memuji-muji Dia. Lalu apa yang terjadi ketika kita gagal? Kita terkadang menyalahkan-Nya atas apa yang menimpa hidup kita. Ia sering dianggap bertanggung jawab dan kita bertanya "Bukankah Ia menyayangi kita? Tapi mengapa Ia membiarkan ini terjadi dalam hidup kita?".
Melalui Paskah ini, marilah kita kembali merenungkan sikap kita. Ia memang menyanyangi kita. Sebegitu sayangnya, sehingga Ia rela mati untuk kita. Ketika kita gagal, bagiku itu bukanlah rancangan-Nya. Tapi karena dosa kitalah kita sulit mendengar bimbingan dan suara-Nya. Tapi Ia adalah Ia yang Maha Kuasa. Ia tidak kehilangan akal. Ia tetap berusaha mencari jalan untuk menggapai kita dan menggendong kita kembali dalam pangkuan-Nya. Selanjutnya, bagaimana kita mau membuka hati kita untuk menerima bimbingan-Nya kembali. Amin.... ^^
The King of Glory
Refrain:
The King of glory comes,
the nation rejoices.
Open the gates before him,
lift up your voices.
Who is the King of glory;
how shall we call him?
He is Emmanuel,
the promised of ages.
Ref
In all of Galilee,
in city or village,
He goes among his people
curing their illness.
Ref
Sing then of David’s Son,
our Savior and brother;
In all of Galilee
was never another.
Ref
He gave his life for us,
the pledge of salvation,
He took upon himself
the sins of the nation.
Ref
He conquered sin and death;
he truly has risen,
And he will share with us
his heavenly vision.
Ref
(Text © 1967, William F. Jabusch. Administered by OCP. All rights reserved. Music: Trad. Israeli Folk Song.)
Gambar diambil dari: http://ourpreciouslambs.files.wordpress.com/2008/03/palm-sunday.jpg
Posted by Carnel at 1:35 PM 0 comments
Labels: All About Easter
Friday, April 3, 2009
Kain Kafan Turin
Sekarang g mau bercerita mengenai misteri Kain Kafan Turin. Sebenarnya, kebenaran misteri ini masih kontroversial dalam tubuh Gereja sendiri, khususnya Gereja Katolik. Masih banyak pertentangan-pertentangan, ada yang mendukung bahwa kain kafan ini asli, ada juga yang menyebut kain kafan ini palsu. Gereja sendiri nampaknya sangat berhati-hati dalam menentukan sikap. So, buat kalian yang membaca cerita ini, diminta kedewasaan iman kalian sendiri untuk menentukan percaya atau tidaknya. Anggaplah ini sebagai pengetahuan belaka, syukur-syukur ada yang bisa mengambil hikmatnya ^^
Sudah dua kali g melihat replika Kain Kafan Turin. Pertama kali di Gereja St. Theresia Menteng, Jakarta. Kedua kalinya di Gereja St. Fransiskus Xaverius Kuta, Bali. Kain kafan ini dibawa oleh satu komunitas (g lupa namanya) yang memang mengkhususkan diri untuk mempelajari kain itu. Katanya, Kain Kafan Turin dibuat dalam beberapa replika, dan Indonesia menjadi salah satu negara yang beruntung mendapat replika itu. Apa sih Kain Kafan Turin itu?
Orang Kristiani percaya bahwa Yesus bangkit secara total jiwa dan raganya. Hal ini juga ditulis dalam kitab Injil. Sewaktu para murid melihat kubur-Nya, mereka tidak melihat Ia yang sudah bangkit di situ. Mereka hanya menemukan kain kafan bekas membungkus jenazah Yesus. Nah, kain kafan ini katanya sekarang sudah ditemukan dan disimpan di Cathedral Saint John the Baptist di Turin, Italia. Katanya diatas kain berukuran 4,4 m X 1,1 m ini terlihat pola tubuh manusia depan dan belakang. Nah, akhirnya para ahli sejarah dan kitab suci mencoba mencari tahu informasi yang terdapat dalam kain kafan yang dipercaya bekas membungkus Yesus tersebut. Inilah rupa kain kafan Turin:
Sampai sekarang tidak diketahui bagaimana awalnya sampai kain itu bisa ditemukan. Tetapi orang Eropa yang pertama kali memiliki kain itu adalah Geoffrey de Charny, seorang ksatria Perancis. Sejak diketahui banyak orang, kain itu telah melewati berbagai petualangan. Mulai dari diperjual belikan, dipindah dari kota ke kota, sampai terbakar pada tahun 1532 tapi selamat dengan hanya sedikit kerusakan. Akhirnya pada tahun 1578, Raja Immanuel Filibert dari Savoy memindahkan kain itu ke Turin. Kain itu sempat diragukan keasliannya sampai akhirnya menjadi kontroversi ketika seorang juru foto memotret kain itu pada tahun 1898. Dari hasil foto, diketahui bahwa ternyata gambar dikain itu adalah gambar negatif.
Berbagai informasi dapat diperoleh dari kain itu. Banyak juga yang percaya bahwa gambar di kain itu adalah benar-benar gambar Yesus. Dari gambar itu dapat diketahui bahwa orang yang pernah dibungkus kain itu, memiliki tubuh proporsional, tingginya kira-kira 1,75 meter, berkumis dan berjanggut, dan memiliki rambut sebahu. Mirip seperti gambaran Yesus yang ada dalam gambar-gambar yang biasa kita lihat, hanya saja, menurut informasi yang g dapet sewaktu ngeliat gambar itu, muka Yesus yang ada di gambar modern ternyata berbeda dengan yang ada di kain. Di gambar-gambar yang biasa kita lihat, Yesus digambarkan sebagai sosok yang ganteng, cuakep dan mukanya ga bikin orang takut serta enak diliat. Ternyata dalam gambar di kain Kafan -anggaplah itu adalah benar gambaran Yesus- ternyata Yesus berwajah biasa, gak ganteng-ganteng amat kalau tidak mau dibilang jelek. Maka genaplah nubuat Nabi Yesaya yang menggambarkan Yesus: "Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya" (Yesaya 53:2).
Setelah diteliti, ternyata banyak terdapat bercak-bercak darah dalam kain itu. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dibungkus dengan kain kafan, orang tersebut mengalami penderitaan dan penyiksaan yang hebat. Luka-luka bekas pukulan, cambukan, tusukan dan luka bekas terjatuh hampir menghiasi seluruh tubuh dari kepala sampai kaki. Dari bercak-bercak darah itulah kita mengetahui bahwa Yesus mengalami penyiksaan yang lebih hebat dibanding para hukuman lain pada jamannya. Bekas cambukan menunjukkan bahwa Ia dicambuk dengan menggunakan cambuk berujung duri. Akibatnya, ada daging yang terkoyak sewaktu cambuk diangkat kembali. Luka bekas terjatuh di lutut-Nya menunjukkan bahwa Ia terjatuh berkali-kali sewaktu membawa kayu salib yang berat. Hal ini juga menjadi alasan untuk menerangkan mengapa struktur bahu-Nya berubah seperti bekas ditekan oleh benda berat. Selain itu, luka di kepala menceritakan bahwa Ia dipakaikan mahkota duri yang dibuat dari batang tumbuhan yang beracun. Berdasarkan bekas luka di pergelangan tangan dan telapak kaki, kita mengetahui bahwa Ia ditancapkan ke kayu salib dengan menggunakan paku besar dan berdiameter lebar. Lalu, luka bekas tusukan di lambung, menunjukkan bahwa Ia ditusuk setelah Ia wafat di kayu salib. Loh bagaimana tau bahwa Ia ditusuk setelah wafat? Katanya (menurut penjelasan yang g dapet, dan kalau ga salah inget ceritanya :p ), setelah orang meninggal selama 3 jam, sel darah merah dan sel darah putih(hemoglobin?)-nya akan mulai terpisah. Hal inilah yang menguatkan kesaksian dalam Injil bahwa pada kira-kira pukul 3 sore (3 jam setelah Yesus wafat), seorang prajurit menusuk lambungnya, dan keluarlah darah serta air. Mungkin sel darah putih itulah yang dikira sebagai air. "Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air." (Yohanes 19:34).
Segala yang unik juga didapat lewat petunjuk kain kafan itu. Berdasarkan test darah, diketahui bahwa kemungkinan Yesus mempunyai sel darah merah AB. Jenis darah ini ternyata sama dengan darah yang diperoleh dari mukjizat roti menjadi daging. Selain itu, katanya di kain itu juga ditemukan fosil-fosil serbuk bunga yang tumbuh di daerah Israel. Bunga-bunga ini biasa dipakai sebagai rempah-rempah untuk meminyaki orang meninggal sesuai dengan kebiasaan orang waktu itu. Para ahli juga telah menguji gambar itu dengan peralatan modern. Hasilnya, ternyata disebutkan bahwa gambar yang tercetak dikain itu adalah gambar 3 dimensi! Lebih aneh lagi, menurut para ahli, gambar di kain itu terbentuk dari hasil radiasi tingkat tinggi dari sinar yang sangat terang yang masih belum bisa dipastikan jenisnya. Sinar apakah itu? Apakah sinar itu adalah sinar yang sama yang dilihat Para Rasul ketika Yesus dimuliakan diatas gunung bersama Musa dan Elia?
Walaupun banyak penelitian mendukung adanya kejadian "luar biasa" pada kain kafan tersebut, tetapi ada beberapa hal yang masih belum dapat dipecahkan kalau kita merujuk pada kitab suci. Umat Kristiani percaya bahwa Kitab Suci terutama Kitab Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) adalah pedoman untuk mengenal dan mengimani ajaran dan hidup Yesus. Keempat Injil ini memang menceritakan hidup Yesus. Lalu, apa yang bertentangan dengan Kitab Injil? Inilah yang tertulis dalam Injil Yohanes 20:5-7 yang menceritakan reaksi Para Rasul ketika mendengar bahwa Yesus telah bangkit: "Ia (salah satu rasul) menjenguk kedalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak disamping di tempat yang lain dan sudah tergulung". Bisa menebak pertentangannya? Yup, ternyata ada kain lain yang dipakaikan pada kepala Yesus. Logikanya, kalau misal ada kain yang dipakaikan ke kepala Yesus, harusnya kain di kain kafan itu tidak ada gambar muka Yesus.
Nah, singkatnya Kain Kafan Turin (Shroud of Turin) masih menyimpan banyak teka-teki besar. Disini sekali lagi iman kita diuji. Tidak perlu mempertentangkan mana yang benar atau mana yang salah, tapi yang namanya iman adalah percaya walau tidak melihat. Seperti yang dikatakan Kitab Injil, Yesus telah mengorbankan nyawa-Nya demi menebus dosa kita. Ia telah disiksa karena kesalahan kita. Jadi, bagi umat Kristiani, itulah yang harusnya menjadi landasan iman ^^
Gambar diambil dari:
- http://home.hetnet.nl/~shroud-enhanced/000ShroudPosx.JPG
- http://www.bloggerheads.com/images/shroudturin.jpg
Data diambil dari:
- Pendengaran pribadi waktu mengikuti acara melihat kain kafan Turin
- http://korannias.wordpress.com/2007/12/28/fenomena-kain-kafan-dari-turin-nan-misterius/
- http://www.sarapanpagi.org/apakah-kain-kafan-turin-itu-asli-vt866.html
Posted by Carnel at 4:49 PM 0 comments
Labels: All About Easter
Thursday, April 2, 2009
Telur Paskah
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tidak terasa akhirnya kita sudah sampai di bulan April. Bagi teman-teman yang beragama Kristiani, sebentar lagi kita akan merayakan Paskah. Bagi umat Kristiani pada umumnya dan umat Katolik pada khususnya, Paskah adalah hari raya keagamaan terbesar. Inti dari Paskah adalah menceritakan bagaimana Allah sendiri memberi contoh yang nyata pada kita tentang ajarannya yaitu cinta kasih. Bagi umat Kristiani, Ia adalah Allah Yang Maha Kuasa tapi mau solider dengan manusia dan rela menanggung dosa manusia hanya demi cinta-Nya.
Di Gereja Katolik sendiri, rangkaian upacara keagamaan dilakukan menjelang Paskah. Dimulai dengan Minggu Palma, untuk memperingati ketika Yesus masuk ke Yerusalem dan orang menyambutnya bagai Raja. Dilanjutkan dengan Kamis Putih dimana pada malam itu Yesus dikhianati oleh Yudas Iskariot sehingga Ia harus ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Sehari setelah itu yaitu Jumat Agung dimana Yesus disalib dan akhirnya wafat. Sabtu suci untuk memperingati Yesus yang turun ke dunia orang mati untuk mengalahkan maut dan ditutup dengan Minggu Paskah dimana Yesus bangkit kembali.
Bicara soal Paskah, ingatanku teringat sewaktu masih kecil di Sekolah Minggu (nama kebaktian untuk anak-anak di Gereja GKI) sering diadakan acara berburu telur paskah. Telur paskah sendiri adalah telur ayam atau telur bebek yang telah direbus dan diberi berbagai macam warna dan hiasan pada kulitnya. Telur akan disembunyikan kemudian para murid sekolah minggu diajak bermain sambil mencari telur-telur tersebut. Yang menemukannya, boleh menambah hiasan atau melukis kulit telur kemudian dibawa pulang.
Sebenarnya budaya telur paskah berasal dari budaya kaum Indo-Eropa dulu untuk merayakan datangnya musim semi. Waktu itu, mereka belum memeluk agama Kristiani, sehingga tidak heran dari orang Kristiani sendiri banyak yang menentang budaya ini. Mereka beralasan bahwa budaya ini adalah budaya orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Oleh kaum Indo-Eropa, telur paskah digunakan untuk memperingati datangnya Dewa Eostre, yaitu dewa musim semi, yang kemudian namanya diambil untuk menyebut hari Paskah yang juga kebetulan jatuh pada musim semi.
Bagi orang-orang Indo-Eropa dulu, telur paskah melambangkan kelahiran baru. Mereka mengagumi bahwa dari benda yang kelihatannya tidak hidup, muncul kehidupan baru. Terlepas dari baik atau buruknya budaya ini dan terlepas dari banyaknya larangan dari kalangan Kristiani sendiri untuk melanjutkan budaya ini, buat g telur paskah mempunyai arti yang mirip dengan kebangkitan Kristus. Telur melambangkan kehidupan baru yang dibawa Kristus setelah Ia menebus dosa manusia. Biarlah telur itu juga melambangkan iman kita yang semakin diperbaharui seiring dengan datangnya Paskah. Amin.... ^^
(btw, klo telurnya udah direbus lambang apa ya? hahahaha)
Picture was taken from: http://i.ehow.com/images/GlobalPhoto/Articles/12723/egghunt_Full.jpg
Posted by Carnel at 10:29 AM 0 comments
Labels: All About Easter














