Friday, March 27, 2009

The Prayer

Dear Blog,

Last night I slept in the silence of Nyepi. It was a peaceful night until I woke up because of a big thunder's sound in the morning. After that sound, between asleep and awake I heard like screaming voices. I don't know if it's a sound of rain or not but in my ears I heard it like sound of some people screaming. I know it was happen in the morning. About the time, I don't know exactly. I was too lazy to see the time, but my feeling said it was around 5 am.

And suddenly I felt a fear. My imagination went wild. My eyes imagined there were a big flood outside. That's why there were many people screaming. Yet my logic said it was impossible, I prayed to the Lord. "Oh Lord, I can't do anything about it, but if it should happen, I believe to your protection". And suddenly I felt peace. "Thanks, Lord", I prayed. "I know your kindness to me", and then I fell asleep again.

Now, I'm reading an online newspaper and realize that there are a flood in Situ Gintung, Jakarta. It reminds me about that voices. And now, I want to pray to the Lord again: "Lord, please help and save them".

~ A deep condolence to the victims of Situ Gintung flood ~

Thursday, March 26, 2009

Nyepi

Hari ini adalah hari Raya Nyepi di Bali. Umat Hindu Bali merayakan Tahun Baru Saka Caka 1931. Seperti biasanya pada hari Nyepi, Bali seolah-olah mati total mulai pukul 06.00 pagi sampai 06.00 pagi hari selanjutnya. Setelah malam yang ramai karena pawai ogoh-ogoh kemarin, hari ini terasa sangat sepi.

Umat Hindu Bali merayakan Tahun Baru penanggalan mereka dengan cara yang berbeda dengan kita pada umumnya. Sementara kita merayakan Tahun Baru dengan pesta, mengunjungi sanak saudara, jalan-jalan, foya-foya bahkan ada yang sampai mabuk-mabukan, mereka merayakannya dengan berpuasa yang disebut dengan Catur Brata. Catur Brata terdiri dari 4 macam pantangan yaitu: Amati Geni (tidak menggunakan/menghidupkan api/cahaya), Amati Karya (tidak melakukan pekerjaan), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelaguan (tidak menikmati hiburan). Singkatnya pada hari ini, semua orang di dalam rumah, jalanan Bali sepi kecuali pecalang (polisi adat) yang lalu lalang mengawasi barangkali ada orang yang keluar HAP..lalu di tangkap (wkwkwkwk kaya lagu cicak cicak di dinding).

Kalo diperhatikan, pada bulan Maret ini, umat Hindu Bali merayakan 3 hari raya yang cukup besar. Dimulai dengan Galungan, Nyepi, dan Kuningan. Hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari, terakhir jatuh pada tanggal 18 Maret 2009. Tentu saja pada hari itu kita di Bali libur ^^ Nah sekarang Nyepi, kita libur lagih deh wkwkwkwk. Jadi moto Bali "Everyday is a holiday" bener-bener terasa disini ^^

Bicara soal Nyepi, hari raya ini diiringi oleh beberapa prosesi. Dimulai dengan upacara Melasti yaitu sekitar 3 hari sebelum Nyepi. Upacara ini biasanya dilakukan di pantai dengan tujuan untuk membersihkan alam semesta dan isinya. Kemudian ada upacara Tawur Kesanga yaitu satu hari sebelum Nyepi. Pada upacara ini, umat Hindu Bali membuat Ogoh-ogoh yaitu semacam boneka besar yang dibuat dari bambu dan karton yang menyimbolkan setan, monster dan roh jahat lainnya. Boneka-boneka ini akan diarak sepanjang jalan dan dibawa ke pantai selanjutnya dibakar. Ini menyimbolkan bahwa pada hari Nyepi, kejahatan sudah dikalahkan oleh kebaikan. Nah, semalem, g n frens melihat pawai ogoh-ogoh itu, dan inilah rupa ogoh-ogoh:

Rupa ogoh-ogoh. Coba bandingkan dengan rupamu, mirip tidak? hahahaha



Upacara ketiga yaitu Nyepi. Nah seperti sudah diceritain diatas, pada hari ini umat Hindu Bali bertapa. Perayaan ditutup dengan Ngembak Geni, sehari setelah Nyepi. Pada hari ini, umat Hindu Bali bersilaturahmi dan saling maaf-memaafkan dengan saudara dan kawan-kawannya.

Sejak pindah ke Bali ini, mata g mulai terbuka. Ternyata memang pantas Bali begitu disukai oleh turis-turis terutama asing. Budayanya begitu unik, dan orang-orangnya begitu welcome. Mereka mau menerima perbedaan dan saling menghormati. Satu pelajaran yang bisa g dapet selama disini, ternyata semua agama mempunyai tujuan yang baik dan mulia. Kalau kita mau jujur, ternyata ada satu benang merah yang menghubungkan agama-agama itu, yaitu tujuannya. Tujuannya sama yaitu untuk membawa kebaikan bagi umat manusia sendiri, hanya saja caranya yang berbeda dan bagaimana kita menanggapi perbedaan itu. Akhir kata, g mau ucapin Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1931. Semoga yang merayakannya diberi hikmat dan kebahagiaan. Om Shanti Shanti... ^^

Tuesday, March 24, 2009

Earth Hour 2009

Semalem g nonton Metro TV. Acara bincang-bincang tentang Earth Hour 2009. Seperti kita ketahui, bumi ini sedang mengalami pemanasan global. Suhu bumi dari waktu ke waktu makin panas. Musim mulai berubah dan udah ga ikutin aturan lagi. Nah ceritanya, para pemimpin dunia akhirnya bersepakat untuk mengkampanyekan Earth Hour 2009 yang tujuannya untuk memberikan kesadaran pada kita untuk berhemat energi. Loh apa hubungannya pemanasan global dengan hemat energi?

Seperti kita ketahui, sumber energi listrik yang paling banyak dipakai di Bumi sekarang ini adalah minyak. Dalam proses pengolahan minyak atau mungkin bahan bakar lainnya seperti batu bara, pasti dihasilkan gas karbon. Gas inilah yang dapat menyebabkan bumi makin panas dengan efek rumah kacanya.

Melalui program Earth Hour 2009 ini, para pemimpin dunia bersepakat untuk memberikan kesempatan satu jam aja buat Bumi kita untuk menarik napas. Dalam satu jam itu, yaitu pada tanggal 28 Maret 2009 jam 20.30 sampai jam 21.30, kita diminta untuk mematikan listrik. Banyak kota-kota besar di dunia seperti Sydney, Jakarta, dll sudah berkomitmen untuk mengikuti program ini. Gubernur Jakarta kali ini: Bang Kumis, berencana untuk mematikan listrik di fasilitas publik seperti monas, baliho-baliho, penerangan jalan dan lain-lain.

So, bagaimana dengan kita? Mungkin kampanye untuk mencintai lingkungan memang membutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan kesadaran dalam diri kita. Tapi hasilnya akan lebih efektif dan tahan lama. Oleh sebab itu, mari kita tetap dukung kampanye ini: Matikan listrik dirumahmu selama satu jam tanggal 28 Maret 2009, jam 20.30.

"Earth Hour 2009, Pilih Bumi Selamat!"



Tahukah kamu, dengan mamatikan lampu selama satu jam di kota Jakarta, energi yang disimpan dapat dipakai untuk menerangi ratusan desa?

Info lebih lanjut: http://www.earthhour.wwf.or.id/

Thursday, March 19, 2009

MySQL Error in Leopard

Now I want to talk about my experience in the IT world. Here it is:

It has been more than a year since I bought my MacBook, and use OS X Leopard. It is easy to use as it's advertised. Everything ready, everything has been set up, and just plug it to your network and everything just works fine. But several days ago, I just found its canine. Finally realized how complex and advance it is.

I updated the system to version 10.5.6. Soon after the update has been installed, I realized that my MySQL server didn't work anymore. It showed wrong error message said that '/tmp/mysql.sock' couldn't be found. I tried to find the solution in the internet but everything that they suggested could not help me to solve the problem.

In the end, I tried to reinstall the application. The old version that I have, didn't help me. So, I downloaded the new version that MySQL.com said it is compatible with Leopard. Finally the 'around 60 megabytes file' successfully downloaded. I installed it in my Mac, still the error occurred.

Day one, day two, day three... I still can't find a way to solve it. Still the tutorial in the internet can't help me much. In the middle of the third day, I have a simple bright idea (hehehe at least a good idea for me who doesn't expert in Unix system). I activated the root account, logout from mine, and login again using root account and reinstalled the MySQL. After it has been installed, I tried it in the root account. It works! Then I tried my final moves, login in my own account and start the server. Tadaaaaa...! now it works! ^^

So, that's it. It's a simple installation process that just need around a minute but cost me 3 days. Well, at least I'm happy now.... ^^

Friday, March 6, 2009

Bunut Bolong

Mungkin agak sedikit terlambat menulis blog ini, but I just want to record my journey. G ampir ga ada waktu minggu-minggu ini (cieee sok sibuk hahahaha). Well so, here is the story today:

Two weeks ago, I and friends of mine went to Bunut Bolong. Bunut Bolong is a unique (banyan?) tree which is located in the Manggisari village in north of Bali. The village can be reached after around 86 km riding from Denpasar. What's the unique thing about this tree? Well, the tree is so big and it's standing in the road. It's absolutely big so that it's impossible to move it when the road was built. In result, people made a big hole in the bottom of it so that the road can through it.

A long way that we made when traveling from Kuta to Manggisari, lead us to take some rest in the way. We went to Soka Beach to take some rest and to Kafe Tahu in Negara to take a lunch. Soka, is a black sand beach. In here you can find a river's downstream: A place where sea and river meet.

Pray an offering



River's downstream



It still a long way from Soka Beach to Bunut Bolong. We took a small road from Soka and finally arrived in Bunut Bolong after around 30 minutes riding. The tree is magnificent. When we ride in the bottom of it, we can feel a cold gentle wind from its roots. Probably it's breathing. The tree is known sacred as it is guarded by two tigers spirit which are symbolized by two statue of tiger in the shrine near the tree. Story said that when the road was built, the tree cannot be cut down. But to build the road around it would be dangerous. To solve the problem, a hole was dug into it. Of course after they ask the permission to the Gods and the tree itself.

Bunut Bolong and the shrine





After Bunut Bolong, we went to Juwukmanis waterfall. At the first time heard the name, guess what Juwukmanis waterfall is almost untouchable. No stair or open road to there, you have to go through the jungle and downing the hill. The way was slippery and I fell down many times. Lucky us there were some local children who helped and guided us. After a tiring walk, here are the rewards:

Juwukmanis Waterfall and its river







Finally we went home at around 5. And that's the end of the story this time ^^ (<- too lazy to close the story)

What's New?

There's something new in my blog. Do you realize it?
No? Well, see at your browser's url box. It's now written http://blog.carneles.com ^^
You can also see http://www.carneles.com, but it still under construction.