Sekarang g mau bercerita mengenai misteri Kain Kafan Turin. Sebenarnya, kebenaran misteri ini masih kontroversial dalam tubuh Gereja sendiri, khususnya Gereja Katolik. Masih banyak pertentangan-pertentangan, ada yang mendukung bahwa kain kafan ini asli, ada juga yang menyebut kain kafan ini palsu. Gereja sendiri nampaknya sangat berhati-hati dalam menentukan sikap. So, buat kalian yang membaca cerita ini, diminta kedewasaan iman kalian sendiri untuk menentukan percaya atau tidaknya. Anggaplah ini sebagai pengetahuan belaka, syukur-syukur ada yang bisa mengambil hikmatnya ^^
Sudah dua kali g melihat replika Kain Kafan Turin. Pertama kali di Gereja St. Theresia Menteng, Jakarta. Kedua kalinya di Gereja St. Fransiskus Xaverius Kuta, Bali. Kain kafan ini dibawa oleh satu komunitas (g lupa namanya) yang memang mengkhususkan diri untuk mempelajari kain itu. Katanya, Kain Kafan Turin dibuat dalam beberapa replika, dan Indonesia menjadi salah satu negara yang beruntung mendapat replika itu. Apa sih Kain Kafan Turin itu?
Orang Kristiani percaya bahwa Yesus bangkit secara total jiwa dan raganya. Hal ini juga ditulis dalam kitab Injil. Sewaktu para murid melihat kubur-Nya, mereka tidak melihat Ia yang sudah bangkit di situ. Mereka hanya menemukan kain kafan bekas membungkus jenazah Yesus. Nah, kain kafan ini katanya sekarang sudah ditemukan dan disimpan di Cathedral Saint John the Baptist di Turin, Italia. Katanya diatas kain berukuran 4,4 m X 1,1 m ini terlihat pola tubuh manusia depan dan belakang. Nah, akhirnya para ahli sejarah dan kitab suci mencoba mencari tahu informasi yang terdapat dalam kain kafan yang dipercaya bekas membungkus Yesus tersebut. Inilah rupa kain kafan Turin:
Sampai sekarang tidak diketahui bagaimana awalnya sampai kain itu bisa ditemukan. Tetapi orang Eropa yang pertama kali memiliki kain itu adalah Geoffrey de Charny, seorang ksatria Perancis. Sejak diketahui banyak orang, kain itu telah melewati berbagai petualangan. Mulai dari diperjual belikan, dipindah dari kota ke kota, sampai terbakar pada tahun 1532 tapi selamat dengan hanya sedikit kerusakan. Akhirnya pada tahun 1578, Raja Immanuel Filibert dari Savoy memindahkan kain itu ke Turin. Kain itu sempat diragukan keasliannya sampai akhirnya menjadi kontroversi ketika seorang juru foto memotret kain itu pada tahun 1898. Dari hasil foto, diketahui bahwa ternyata gambar dikain itu adalah gambar negatif.
Berbagai informasi dapat diperoleh dari kain itu. Banyak juga yang percaya bahwa gambar di kain itu adalah benar-benar gambar Yesus. Dari gambar itu dapat diketahui bahwa orang yang pernah dibungkus kain itu, memiliki tubuh proporsional, tingginya kira-kira 1,75 meter, berkumis dan berjanggut, dan memiliki rambut sebahu. Mirip seperti gambaran Yesus yang ada dalam gambar-gambar yang biasa kita lihat, hanya saja, menurut informasi yang g dapet sewaktu ngeliat gambar itu, muka Yesus yang ada di gambar modern ternyata berbeda dengan yang ada di kain. Di gambar-gambar yang biasa kita lihat, Yesus digambarkan sebagai sosok yang ganteng, cuakep dan mukanya ga bikin orang takut serta enak diliat. Ternyata dalam gambar di kain Kafan -anggaplah itu adalah benar gambaran Yesus- ternyata Yesus berwajah biasa, gak ganteng-ganteng amat kalau tidak mau dibilang jelek. Maka genaplah nubuat Nabi Yesaya yang menggambarkan Yesus: "Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya" (Yesaya 53:2).
Setelah diteliti, ternyata banyak terdapat bercak-bercak darah dalam kain itu. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum dibungkus dengan kain kafan, orang tersebut mengalami penderitaan dan penyiksaan yang hebat. Luka-luka bekas pukulan, cambukan, tusukan dan luka bekas terjatuh hampir menghiasi seluruh tubuh dari kepala sampai kaki. Dari bercak-bercak darah itulah kita mengetahui bahwa Yesus mengalami penyiksaan yang lebih hebat dibanding para hukuman lain pada jamannya. Bekas cambukan menunjukkan bahwa Ia dicambuk dengan menggunakan cambuk berujung duri. Akibatnya, ada daging yang terkoyak sewaktu cambuk diangkat kembali. Luka bekas terjatuh di lutut-Nya menunjukkan bahwa Ia terjatuh berkali-kali sewaktu membawa kayu salib yang berat. Hal ini juga menjadi alasan untuk menerangkan mengapa struktur bahu-Nya berubah seperti bekas ditekan oleh benda berat. Selain itu, luka di kepala menceritakan bahwa Ia dipakaikan mahkota duri yang dibuat dari batang tumbuhan yang beracun. Berdasarkan bekas luka di pergelangan tangan dan telapak kaki, kita mengetahui bahwa Ia ditancapkan ke kayu salib dengan menggunakan paku besar dan berdiameter lebar. Lalu, luka bekas tusukan di lambung, menunjukkan bahwa Ia ditusuk setelah Ia wafat di kayu salib. Loh bagaimana tau bahwa Ia ditusuk setelah wafat? Katanya (menurut penjelasan yang g dapet, dan kalau ga salah inget ceritanya :p ), setelah orang meninggal selama 3 jam, sel darah merah dan sel darah putih(hemoglobin?)-nya akan mulai terpisah. Hal inilah yang menguatkan kesaksian dalam Injil bahwa pada kira-kira pukul 3 sore (3 jam setelah Yesus wafat), seorang prajurit menusuk lambungnya, dan keluarlah darah serta air. Mungkin sel darah putih itulah yang dikira sebagai air. "Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air." (Yohanes 19:34).
Segala yang unik juga didapat lewat petunjuk kain kafan itu. Berdasarkan test darah, diketahui bahwa kemungkinan Yesus mempunyai sel darah merah AB. Jenis darah ini ternyata sama dengan darah yang diperoleh dari mukjizat roti menjadi daging. Selain itu, katanya di kain itu juga ditemukan fosil-fosil serbuk bunga yang tumbuh di daerah Israel. Bunga-bunga ini biasa dipakai sebagai rempah-rempah untuk meminyaki orang meninggal sesuai dengan kebiasaan orang waktu itu. Para ahli juga telah menguji gambar itu dengan peralatan modern. Hasilnya, ternyata disebutkan bahwa gambar yang tercetak dikain itu adalah gambar 3 dimensi! Lebih aneh lagi, menurut para ahli, gambar di kain itu terbentuk dari hasil radiasi tingkat tinggi dari sinar yang sangat terang yang masih belum bisa dipastikan jenisnya. Sinar apakah itu? Apakah sinar itu adalah sinar yang sama yang dilihat Para Rasul ketika Yesus dimuliakan diatas gunung bersama Musa dan Elia?
Walaupun banyak penelitian mendukung adanya kejadian "luar biasa" pada kain kafan tersebut, tetapi ada beberapa hal yang masih belum dapat dipecahkan kalau kita merujuk pada kitab suci. Umat Kristiani percaya bahwa Kitab Suci terutama Kitab Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) adalah pedoman untuk mengenal dan mengimani ajaran dan hidup Yesus. Keempat Injil ini memang menceritakan hidup Yesus. Lalu, apa yang bertentangan dengan Kitab Injil? Inilah yang tertulis dalam Injil Yohanes 20:5-7 yang menceritakan reaksi Para Rasul ketika mendengar bahwa Yesus telah bangkit: "Ia (salah satu rasul) menjenguk kedalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak disamping di tempat yang lain dan sudah tergulung". Bisa menebak pertentangannya? Yup, ternyata ada kain lain yang dipakaikan pada kepala Yesus. Logikanya, kalau misal ada kain yang dipakaikan ke kepala Yesus, harusnya kain di kain kafan itu tidak ada gambar muka Yesus.
Nah, singkatnya Kain Kafan Turin (Shroud of Turin) masih menyimpan banyak teka-teki besar. Disini sekali lagi iman kita diuji. Tidak perlu mempertentangkan mana yang benar atau mana yang salah, tapi yang namanya iman adalah percaya walau tidak melihat. Seperti yang dikatakan Kitab Injil, Yesus telah mengorbankan nyawa-Nya demi menebus dosa kita. Ia telah disiksa karena kesalahan kita. Jadi, bagi umat Kristiani, itulah yang harusnya menjadi landasan iman ^^
Gambar diambil dari:
- http://home.hetnet.nl/~shroud-enhanced/000ShroudPosx.JPG
- http://www.bloggerheads.com/images/shroudturin.jpg
Data diambil dari:
- Pendengaran pribadi waktu mengikuti acara melihat kain kafan Turin
- http://korannias.wordpress.com/2007/12/28/fenomena-kain-kafan-dari-turin-nan-misterius/
- http://www.sarapanpagi.org/apakah-kain-kafan-turin-itu-asli-vt866.html




0 comments:
Post a Comment