Hari ini adalah hari Raya Nyepi di Bali. Umat Hindu Bali merayakan Tahun Baru Saka Caka 1931. Seperti biasanya pada hari Nyepi, Bali seolah-olah mati total mulai pukul 06.00 pagi sampai 06.00 pagi hari selanjutnya. Setelah malam yang ramai karena pawai ogoh-ogoh kemarin, hari ini terasa sangat sepi.
Umat Hindu Bali merayakan Tahun Baru penanggalan mereka dengan cara yang berbeda dengan kita pada umumnya. Sementara kita merayakan Tahun Baru dengan pesta, mengunjungi sanak saudara, jalan-jalan, foya-foya bahkan ada yang sampai mabuk-mabukan, mereka merayakannya dengan berpuasa yang disebut dengan Catur Brata. Catur Brata terdiri dari 4 macam pantangan yaitu: Amati Geni (tidak menggunakan/menghidupkan api/cahaya), Amati Karya (tidak melakukan pekerjaan), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelaguan (tidak menikmati hiburan). Singkatnya pada hari ini, semua orang di dalam rumah, jalanan Bali sepi kecuali pecalang (polisi adat) yang lalu lalang mengawasi barangkali ada orang yang keluar HAP..lalu di tangkap (wkwkwkwk kaya lagu cicak cicak di dinding).
Kalo diperhatikan, pada bulan Maret ini, umat Hindu Bali merayakan 3 hari raya yang cukup besar. Dimulai dengan Galungan, Nyepi, dan Kuningan. Hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari, terakhir jatuh pada tanggal 18 Maret 2009. Tentu saja pada hari itu kita di Bali libur ^^ Nah sekarang Nyepi, kita libur lagih deh wkwkwkwk. Jadi moto Bali "Everyday is a holiday" bener-bener terasa disini ^^
Bicara soal Nyepi, hari raya ini diiringi oleh beberapa prosesi. Dimulai dengan upacara Melasti yaitu sekitar 3 hari sebelum Nyepi. Upacara ini biasanya dilakukan di pantai dengan tujuan untuk membersihkan alam semesta dan isinya. Kemudian ada upacara Tawur Kesanga yaitu satu hari sebelum Nyepi. Pada upacara ini, umat Hindu Bali membuat Ogoh-ogoh yaitu semacam boneka besar yang dibuat dari bambu dan karton yang menyimbolkan setan, monster dan roh jahat lainnya. Boneka-boneka ini akan diarak sepanjang jalan dan dibawa ke pantai selanjutnya dibakar. Ini menyimbolkan bahwa pada hari Nyepi, kejahatan sudah dikalahkan oleh kebaikan. Nah, semalem, g n frens melihat pawai ogoh-ogoh itu, dan inilah rupa ogoh-ogoh:
Upacara ketiga yaitu Nyepi. Nah seperti sudah diceritain diatas, pada hari ini umat Hindu Bali bertapa. Perayaan ditutup dengan Ngembak Geni, sehari setelah Nyepi. Pada hari ini, umat Hindu Bali bersilaturahmi dan saling maaf-memaafkan dengan saudara dan kawan-kawannya.
Sejak pindah ke Bali ini, mata g mulai terbuka. Ternyata memang pantas Bali begitu disukai oleh turis-turis terutama asing. Budayanya begitu unik, dan orang-orangnya begitu welcome. Mereka mau menerima perbedaan dan saling menghormati. Satu pelajaran yang bisa g dapet selama disini, ternyata semua agama mempunyai tujuan yang baik dan mulia. Kalau kita mau jujur, ternyata ada satu benang merah yang menghubungkan agama-agama itu, yaitu tujuannya. Tujuannya sama yaitu untuk membawa kebaikan bagi umat manusia sendiri, hanya saja caranya yang berbeda dan bagaimana kita menanggapi perbedaan itu. Akhir kata, g mau ucapin Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1931. Semoga yang merayakannya diberi hikmat dan kebahagiaan. Om Shanti Shanti... ^^




2 comments:
wkkkkkkkkk ... kok gambar ogoh ogohny mirip elo nel.. wkkkk ..
tar g kasi yang mirip lu nit wkwkwk
Post a Comment