
Selama tinggal di Sydney, g suka banget liat berita pagi hari. Mungkin orang-orang bilang apa sih asiknya nonton berita? Tapi, menurut g, berita disini beda banget cara menampilkannya dengan di Indonesia. Berita pagi disini ditampilkan dengan format yang non-formal dan ga monoton, tetapi tetap menjaga kesopanan dan etika penyiaran. Pembawa beritanya kadang lucu dan ketawa-ketawa ngeliat tingkah temannya yang sedang bercanda. Jadinya suasana pagi yang ceria bener-bener terasa. Ups, bukan ini yang mo g ceritain di blog kali ini, ini cuman permulaannya aja. Nah ceritanya nih, beberapa minggu terakhir ini beritanya beda banget. Dari yang berita-berita ceria tentang kehidupan sehari-hari orang disini, akhir-akhir ini digantikan oleh berita tentang bencana alam yang terjadi di Ausi. Yap, nampaknya Ausi sedang berkabung. Bencana alam yang ekstrim terjadi di beberapa tempat di benua ini. Mulai dari banjir di Queensland sampai kebakaran semak di Victoria. Sungguh mengharukan.
Pemanasan global nampaknya memang sedang berlangsung, dan sepertinya itu terjadi lebih cepat dari yang telah diperkirakan oleh para ahli. Bencana yang g liat disini dimulai dengan suhu udara di Melbourne dan sekitarnya yang mencapai 45 derajat bahkan lebih. Kata-katanya sich mencapai 47 derajat. Hampir setengah dari titik didih air. Mungkin buat orang yang tinggal digurun, itu bukan apa-apa, tapi buat orang Ausi, ini adalah suhu terpanas sepanjang masa yang pernah dicapai! Akibatnya langsung terasa, pada hari itu, kota Melbourne lumpuh. Listrik mati (mungkin karena kabelnya meleleh ato sengaja dimatikan), transportasi masal seperti kereta tidak bisa bekerja seperti biasanya karena relnya melengkung. Pemerintah langsung sigap dengan memberi informasi pada warga agar sering minum dan menjaga orang yang tua dan anak-anak. Juga disarankan untuk memakai pelindung badan karena sinar matahari sudah tidak sesehat dulu.
Lain Melbourne, lain pula Ingham. Sementar orang-orang di Melbourne kepanasan dan mencari seteguk air, di kota Ingham dan sekitarnya di negara bagian Queensland, menderita karena air yang meluap dan mejadi banjir. Entah mengapa bisa sampai terjadi banjir, tetapi kabarnya itu adalah banjir terburuk yang pernah terjadi di daerah itu sejak beberapa dekade. Yang paling miris adalah ketika diberitakan seorang anak hilang diculik buaya yang daerah kekuasaannya jadi luas sewaktu banjir terjadi. G ga sempet menyimak lagi kabarnya gimana tuh anak, tapi mudah-mudahan saja dia selamat. Setau g, orang-orang disini sudah cukup tertib terutama dalam menjaga kebersihan. Mereka menghargai dan mencintai sekali alam yang mereka miliki. Klo yang g perhatiin selama di Sydney ini, pantai dan pelabuhan bersih, pemerintah juga tak henti-hentinya mendorong warga untuk berbangga dan menjaga alamnya. So, g ga percaya klo itu banjir karena sungai ato lautnya tersumbat (btw gimana laut bisa tersumbat ya :p) or karena rumah-rumah bedeng ditepi pantai.
Makin kontras lagi klo liat kejadian di negara bagian Victoria. Disitu malah terjadi kebakaran semak belukar yang disini disebut bush fire. Bencana ini juga bencana terbesar selama beberapa dekade. Kabarnya, bencana kali ini karena ada orang yang membakar semak sembarangan dan ditambah udara yang panasnya ga ketulungan, apinya jadi nyebar kemana-mana. Perlu diketahui, semak-semak adalah salah satu kebanggaan alam di Ausi. Biasanya terdapat didaerah pegunungan dan hutan. Banyak orang yang mendirikan rumah disamping semak dibawah pohon-pohon tinggi. Daerah-daerah wisata disini, juga banyak yang menawarkan wisata berjalan di semak (bush walk). Berjalan diantara semak-semak, memang mengasikkan. Kita bisa menikmati wangi semak yang alami dan menyegarkan sambil berjalan menikmati alam. Seperti petualangan!
Sisi negatif dari semak ya itu, kalau kita lalai menjaganya, sekali terbakar, api akan segera menyebar kemana-mana. Kejadian di Victoria ini menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan bahkan anggota keluarganya. Harta benda mereka hangus tak tersisa karena mereka tak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya kini mereka harus tinggal di pengungsian dan anak-anak tidak bisa bersekolah seperti biasa.
Klo kita bener-bener perhatikan, beberapa tahun terakhir sering terjadi bencana yang ekstrim. Well, bencana memang akan selalu ada dan terjadi, tapi akhir-akhir ini sangat ekstrim. Para ilmuwan sudah memperingatkan bahwa pemanasan global sedang terjadi. Peningkatan suhu bumi beberapa derajat celcius saja bisa mengubah kondisi permukaan bumi secara radikal. G pernah nonton film dokumentari yang bilang bahwa es di kutub utara sudah mulai berkurang. Mungkin sekarang luasnya hanya tinggal 2/3 dari luas beberapa tahun terakhir. Secara logika, akibatnya saja sudah bisa ditebak: permukaan air laut akan naik. Jika ini terus terjadi, es dikutub lama-lama akan habis. Binatang-binatang yang tinggal dikutub seperti beruang kutub dan penguin akan hilang karena habitatnya sudah tidak ada lagi. Kalo mau menilik dari segi nasionalisme, negara kita justru akan lebih dirugikan. Akan banyak pulau-pulau kecil yang hilang terendam air dan wilayah negara kita yang bisa ditempati tentu akan berkurang. Perubahan suhu yang ekstrim akan menimbulkan hembusan angin yang besar juga. Badai-badai dan tsunami pasti akan sering terjadi. Belum lagi racun dari polusi yang kita buat akan melubangi ozon. Sinar matahari akan masuk tanpa saringan yang membuat Bumi makin panas dan penyakit akan semakin banyak.
Pernah membaca atau mendengar berita tentang ramalan bangsa Maya yang mengatakan akan kiamat pada tahun 2012? G sendiri ga percaya yang namanya ramalan, tapi kalau melihat itu sebagai peringatan, hal itu bisa saja terjadi kalau kita tidak mengambil langkah-langkah mulai dari sekarang untuk menyelamatkan Bumi. Memang tidak mudah untuk menghentikan pemanasan global. Dikatakan dalam suatu film dokumentari yang g tonton, bahwa Bumi yang telah naik suhunya ini, membutuhkan puluhan ribu tahun untuk kembali ke suhu sebelum pemanasan global. Yang sudah terjadi biarlah terjadi, yang bisa kita lakukan adalah berusaha mengerem agar suhu Bumi ini tidak bertambah dengan drastis. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil seperti menghemat energi, sumber daya alam dan membuang sampah pada tempatnya agar bisa didaur ulang. Emang hal-hal kecil ini masih terasa sulit untuk dilakukan, g juga mengakui kadang g lupa dan melanggarnya, but at least mari kita buat komitmen buat berusaha menyelamatkan Bumi ini. "Yes, we can!" kata om Bama.
Friday, February 13, 2009
Global Warming???
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




2 comments:
saia dah terlalu banyak baca dunia kiamat taun 2012. Padahal, ahli sejarah bilang bahwa 2012 adalah masa dimana kalender mereka abis. Mirip kaya Y2K dl.
Klo dirinci, ada banyak issu kiamat dari dulu. Tahun 1998, 9 September 1999. Tahun 2000. Sekarang ada lagi 2012. Tape daa....
bener tuh. Lets do our part 2 save the planet. Ntah kiamat or ga, tp emg bumi ini udah panaasssss!! ><
Post a Comment