Monday, January 19, 2009

Soft, Moderate, Brutal

Jumat malam yang lalu, aku, temanku dan klien kami beserta keluarganya makan bersama di sebuah restoran di daerah Lindfield (kira-kira 20 menit naik mobil dari Circular Quay, Sydney). Nama restorannya "Food and Plonk", sebuah restoran dengan gaya makan barat. Wew, sebelum hari itu, g ga pernah ngebayangin tentang aturan makan di restoran barat yang dulu pernah diajarin Michael Udara (Michael Air, red.), salah satu guru Bahasa Inggris di kantorku bakal g alami. Sebenernya sih itu bukan acara makan resmi, tapi kan malu kalau kita makan ga ikutin aturan yang notabene dilakukan sama pelanggan lain di restoran itu hehehe... apa lagi kalau di depan klienku. Tar dikira ga beradab lagi hehehehe.

G sebenernya udah agak lupa tentang aturan yang sebenarnya yang diajarin si Mike Udara, jadi yang g lakukan untuk mengingat kembali adalah intip mengintip cara menggunakan alat-alat makan dari sebelah dan depan g. Pas pertama kita duduk, si pelayan mengelilingin meja dan menaruh lap putih dipangkuan masing-masing orang di meja itu. Di depan kita udah tersedia peralatan makan dengan aturan sebagai berikut: 2 pisau disebelah depan kanan kita, 2 garpu di sebelah kiri depan kita, sebuah piring kecil dengan pisau diatasnya disebelah kiri 2 garpu itu. Didepan kita sendiri merupakan tempat kosong yang tadinya ditempati oleh lap yang terlipat sebelum lap itu ditaro di pangkuan kita. Di depan 2 pisau itu, ada 2 buah gelas yang berdiri berdampingan. Yang sebelah kanan, adalah gelas biasa, yang biasanya diisi air atau juice, dan disebelah kiri gelas itu adalah gelas berkaki yang biasa digunakan untuk minum wine, atau minuman keras lainnya. Oya, pisau dan garpunya itu juga bermacam-macam. Dari 2 pisau dan 2 garpu yang ada didepan kita, pisau dan garpu yang sebelah luar ukurannya lebih kecil dari sebelah dalam. Yang sebelah luar gunanya untuk memakan makanan pembuka, sedangkan yang sebelah dalam untuk memakan makanan utama. Wew, banyak aturan ya, beda dengan Chinese style yang cuman mangkok ama sumpit tok, apalagi sama brutal Indonesian style yang cuman pake tangan ama piring tok (duduknya lesehan lagi hehehe).

Setelah kita duduk, pelayan menyuguhkan menu untuk kita memilih makanan pembuka dan makanan utama. Nama makanannya aneh-aneh dan panjang dengan penjelasan yang rasanya males g baca semua. So, g memilih makanan berdasarkan kata hati aja :D Selama menunggu makanan pembuka datang, kita disuguhin semacem sup didalam gelas super kecil dan roti. Nah, piring kecil yang ada pisau diatasnya itu, gunanya buat makan nih roti. Pisau digunakan buat ngolesin mentega ke atas roti baru dimakan rotinya. Setelah menunggu tidak terlalu lama, datanglah makanan pembuka. Makanan yang g pesen berupa campuran ikan (tuna ato salmon gitu, daging sapi yang diiris-iris, dan sayuran semacem kacang panjang. Makanan itu ditempatkan ditengah-tengah piring yang cukup besar dan piringnya ditaro di tempat kosong tepat didepan kita diantara pisau dan garpu. Nah untuk memakan makanan utama ini, digunakan pisau dan garpu yang ukurannya lebih kecil, yang letaknya dibagian luar. Setelah selesai makanan pembuka, pelayan kembali datang mengambil piring, garpu dan pisau bekas itu lalu tak lama kemudian makanan utama datang. Makanan utama yang g pilih kalau ga salah nama singkatnya "Baramundi". Makanannya berupa ikan, sayuran, tomat kecil-kecil yang direbus, dan ada semacem makanan yang kalau di Indonesia dinamakan "Perkedel". Hey, rasanya bener-bener mirip perkedel hehehe.. bedanya isinya ada wortelnya.

Setelah semua habis ludes, perut rasanya kenyang banget, yang ada cuman pengen minum buat ngelancarin pencernaan. Akhirnya g minum terus deh dan baru sadar langkah g salah setelah mereka menyuguhkan menu untuk dessert (makanan penutup). Wew. Ada berbagai pilihan buat dessert, tapi karena pengennya minum terus, rasanya enak kalau pilih es krim. Akhirnya g memilih es kirim yang vanilla yang kalau dimenu ditulis dicampur kopi. Banyangan makan eskrim vanilla campur kopi di atas piring besar pupus sudah setelah g tau yang disuguhkan berupa es krim vanilla porsi kecil diatas gelas berkaki, disamping gelas itu ada secangkir kopi yang super pahit, dan ada secangkir kecil minuman beralkohol yang rasanya manis. Melihat makanan itu, g melongo. Si Mel, temen g cuman bisa cekikikan liat g bingung ga tau gimana cara makannya. Akhirnya client g memberi tahu untuk mencampurnya. Akhirnya g campur tuh kopi super pahit ke gelas eskrim. Buat jaga image, g ga mencampur winenya hehe, abis takutnya mabok pas perjalanan pulang. Rasanya lumayan enak. Setelah itu es abis, g kok rasanya tergoda nyicip winenya. Akhirnya g icip-icip dikit deh. Wow rasanya enak, manis. Apalagi kalau tadi g campur ama kopi and es nya +_+

Kira-kira jam 10 malem, selesai juga acara makan malam bersama. Akhirnya kita pulang diantar client kita ke hotel. Yeah, it's a wonderful weekend and an exciting new experience, tapi diatas semua cara makan, g lebih seneng cara makan brutal made in negri sendiri ^^ Lebih puas dan nyaman hehehehe... bagaimana dengan anda?



Image taken from : http://just1morerowrecipes.clothslineezine.com/myPictures/fork%20&%20Knife%20Blk%20white.jpg

1 comments:

d3kycool said...

ow.
kalo gw makannya pake sendok di kiri ma garpu di kanan nel.

What's New?

There's something new in my blog. Do you realize it?
No? Well, see at your browser's url box. It's now written http://blog.carneles.com ^^
You can also see http://www.carneles.com, but it still under construction.